Sabtu, 10 Oktober 2015

Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan

            PERTUMBUHAN PENDUDUK


Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia.


Misal  :    dengan  bertambahnya  penduduk  berarti  pula  harus  bertambah pula persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan sebagainya.

Waktu penggandaan  penduduk dunia selanjutnya  diperkirakan  35 tahun. Penambahan/pertambahan penduduk di suatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi  oleh faktor-faktor  demografi  sebagai  berikut  :

1.     Kematian  (Mortalitas)

2.      Kelahiran  (Fertilitas)

3.      Migrasi

 KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN


A.   PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KEBUDA YAAN DI IN­
DONESIA.


1.     Zaman Batu sampai Zaman Logam

Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesia, mulai dari zaman batu sampai zaman logam, sungguh akan berliku-liku, memerlukan waktu pembahasan yang panjang. Berdasarkan pendapat-pendapat para ahli prehistoris,  ternyata  bahwa zaman batu itupun terbagi dalam  :

Zaman batu tua   (Palaeolithikum) 
Zaman batu muda (Neo\ithikum).
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan  masih kasar-kasar,  misalnya  kapak genggam.

Kapak  genggam-kapak  genggam  semacam  itu  kita  kenal  dari  Eropa, Afrika, Asia Tengah  sampai Punsjab (India), tapi kapak genggam semacam ini tidak didapati  orang di Asia Tenggara. Berdasarkan  penelitian  para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto  Austronesia  pembawa kebudayaan Neolithikum  berupa kapak batu besar maupun kecil bersegi-segi  itu berasal dari  Cina  Selatan,  menyebar  ke  arah  Selatan,  ke hilir  sungai-sungai  besar sampai ke Semenanjung  Malaka.

Zaman batu muda (Neolithikum) benar-benar rnernbawa revolusi dalam kehidupan manusiaPada zaman ini. merekmulai hidup menetap, membuat rumahmembentuk kelompomasyarakat desa, bertani dan beternak untuk mernenuhi kebutuhan hidup. Sejalan dengan itu revolusi alat-alat keperluan penunjankehidupan pun terjadi. Penyelidikan-penyelidrkalebih lanjut mcnemukan bahwmanusia-manusizaman batu muda itu telah mengenal dan memiliki kepandaian mengecor/mencairkan logam dari biji besidan menuangkan ke dalam cetakan-cetakan serta mendinginkannyaOleh karcna itulah mereka mampu membuat aneka ragam senjatberburu daberperansertalat-alat lain yang diperlukan.

Zaman Logam
Bangsa ProtAustronesia yang masuk dari Semenanjung lndo China ke Indonesia itu rnembawa Kebudayaa Dongson. dan menyebar di Indonesia. Materi Dongson diantaranya berupa senjata-senjata tajam, dan kapak berbentuk sepatu dari bahan perunggu. Suatu  hal yang patut dicatat tentanpermulaan zaman logam ini, ialah kenyataan yanjelas bahwa  Indonesisebelum zaman Hindu telamengenal kcbudayaan yantinggderajatnyadazamatersebut pada dasarnypenting sekali untuk perkernbangan sejarah Indonesiselanjutnya.


   Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam.


1.       Kebudayaan Hindu dan Budha.
                    Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia, khususnya pulau  JawaPerpaduaataakulturasi antara kebudayuan setempadengan kebudayaan    Hindu yanberasal dari India itu berlungsung luwes damantap. Sekitar abad ke-5, ajaran Budha atau Budhisme masuk ke Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Agama / ajaran Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju karena Budha tidak menerapkan sistem Kasta.                   

              2.        Kebudayaan Islam.

   Pada abad ke-15 dake-16 agamIslatelah dikembangkadi Indonesia. Oleh para pemukIslam yandisebut Wali Sanga. Titisentral penyebaraagamIslam pada abaitu berada di pulaJawaSebenarnya agamIslamasuk kIndonesia. khususnya kpulau Jawa sebelum abad ke-11 sudaada wanitIslam yang meninggal dan dimakarnkadi kota GresikMasuknya agama Islake Indonesia, teristimewa kpulau Jawa berlangsung dalasuasana damaiHaini  disebabkan karenIsladimasukkan kIndonesitidak dengasecara paksa. Melainkan dengan carbaik-baik. Karena sikap toleransi yang dimiliki oleh penduduk sekitar.

Perbedaan Setiap Kebudayaan
     Setiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan sistem kaidah sebagai nilai yang kongkrit. Nilai dan Kaidah berisikan harapan-harapan masyarakat, perihal perilaku yang pantas. Suatu kaidah, misalnya kaidah hukum memberikan batas-batas pada perilaku seseorang. Batas - batas tersebut menjadi suatu "aturan permainan" dalam pergaulan hidup, Sebaliknya, segala yang berbeda dari corak kebudayaan mereka dianggap rendah, aneh, kurang susila, bertentangan dengan hukum alam, dsb.