Selasa, 11 Juli 2017

Dynamic Programming
Dynamic programming problems adalah masalah multi tahap (multistage) dimana keputusan dibuat secara berurutan (in sequence). Pemrograman dinamis (dynamic programming) adalah metode pemecahan masalah dengan cara menguraikan solusi menjadi sekumpulan langkah (step) atau tahapan (stage) sedemikian rupa sehingga solusi dari permasalahan ini dapat dipandang dari serangkaian keputusan-keputusan kecil yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Penyelesaian persoalan dengan pemrograman dinamis ini akan menghasilkan sejumlah berhingga pilihan yang mungkin dipilih, lalu solusi pada setiap tahap-tahap yang dibangun dari solusi pada tahap sebelumnya, dan dengan metode ini kita menggunakan persyaratan optimasi dan kendala untuk membatasi sejumlah pilihan yang harus dipertimbangkan pada suatu tahap

Contoh penempatan dynamic programming diantaranya:
- Capital Budgeting Problem
Capital Budgeting adalah merupakan proses evaluasi dan pemilihan investasi jangka panjang yang konsisten terhadap maksimalisasi suatu tujuan. Dalam pengambilan keputusan investasi, opportunity cost memegang peranan yang penting. Opportunity cost merupakan pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu. Misalnya dalam penggantian mesin lama dengan mesin baru, harga jual mesin lama harus diperhitungkan dalam mempertimbangkan investasi pada mesin baru.

Berikut ini merupakan contoh masalah capital budgeting dalam menentukan minimum cost:







- Pengendalian Persediaan
Pengendalian persediaan adalah merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh suatu perusahaan termasuk keputusan-keputusan yang diambil sehingga kebutuhan akan bahan untuk keperluan proses produksi dapat terpenuhi secara optimal dengan resiko yang sekecil mungkin. Persediaan yang terlalu besar (over stock) merupakan pemborosan karena menyebabkan terlalu tingginya beban-beban biaya guna penyimpanan dan pemeliharaan selama penyimpanan di gudang. Begitu juga sebaliknya kekurangan persediaan (out of stock) dapat menganggu kelancaran proses produksi.
secara kronologis metode pengendalian persediaan yang ada dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
Jumlah pemesanan optimal (EOQ).
Titik pemesanan kembali (Reorder point).
Jumlah cadangan pengaman (safety stock) yang diperlukan.

Sumber :


Kamis, 01 Juni 2017

Tugas Riset Operasi

Membuat model arus jaringan dari soal tugas yang telah diberikan. Tentukan total spanning tree minimumnya !


Kamis, 27 April 2017

Metode Antiran



 Antrian
Pengertian Antrian

Suatu antrian ialah suatu garis tunggu dari satuan yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayanan (fasilitas layanan). Jadi teori atau pengertian antrian adalah studi matematikal dari kejadian atau gejala garis tunggu (P. Siagian, 1987, hal. 390). Kejadian garis tunggu timbul disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas) pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pelanggan yang tiba tidak bisa segera mendapat layanan disebabkan kesibukan pelayanan. Dalam kehidupan sehari-hari, kejadian ini sering kita temukan misalnya seperti terjadi pada loket bioskop, loket kereta api, loket-loket pada kantor pos, dermaga di pelabuhan, loket jalan tol, pelabuhan udara, tempat praktek dokter, loket stadion, banyak lagi yang lainnya. Pada umumnya setiap orang mengalami kejadian antrian dalam hidupnya, oleh karena itu boleh dikatakan bahwa antrian sudah menjadi bagian dari kehidupan tiap orang. Sesungguhnya semua permasalahan antrian tersebut dapat kita atasi dengan menggunakan metode teori antrian. Dan metode antrian adalah suatu alat yuang bertujuan untuk sistem pengelolaan yang menguntungkan dengan mengurangi terjadinya antrian.


Tujuan Teori Antrian

Tujuan dasar dari teori antrian adalah untuk meminimumkan total 2 (dua) biaya, yaitu biaya langsung penyedian fasilitas dan biaya tak langsung yang timbul karena pelanggan yang harus menunggu untuk dilayani (Pangestu dkk, 1985, hal. 264 ). Bila sistem mempunyai fasilitas pelayanan lebih dari optimal, ini berarti membutuhkan investasi modal yang berlebihan, tetapi apabila jumlah kurang dari optimal maka hasilnya adalah tertundanya pelayanan (P. Siagian, 1987, hal. 390). Teori antrian merupakan peralatan yang penting untuk sistem pengelolaan yang menguntungkan dengan meminimumkan jumlah antrian.


Pengertian Sistem dan Model 

Sistem didefinisikan sekumpulan dari bermacam-macam objek yang saling berinteraksi secara bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu dalam lingkaran yang kompleks (Simatupang, 1995, hal. 7). Sistem itu sendiri tergantung dan tujuan yang dipelajari yang dapat tersusun dari beberapa sub sistem. Sistem dikelompokkan menjadi dua macam yaitu sistem diskrit dan sistem kontinyu. Sistem diskrit adalah sistem variable statenya hanya pada waktu tertentu dan banyaknya dapat dihitung. Sedangkan system kontinyu adalah sistem yang variabel statenya berubah terhadap waktu secara kontinyu.Berdasarkan sifat proses pelayanan dalam saluran (channel) dan phase, saluranmenunjukkan jumlah jalur atau tempat memasuki sistem pelayanan yang jugamenunjukkan jumlah stasiun pelayanan dimana para customer harus melaluinya sebelumpelayanan dinyatakan


Single Channel – Multi Phase

Desain pelayanan ini berarti bahwa sistem antrian tersebut memiliki serveryang disusun secara berurutan atau seri atau bisa disebut juga disusun menjadi beberapa phase. Desain pelayanan seperti ini biasa diterapkan pada saat memperpanjang surat ijin mengemudi (SIM). Untuk memperpanjang SIM
tersebut, seseorang diharuskan untuk menyelesaikan proses melalui loket – loket yang tersusun secara berurutan. 

 

 Contoh nya :

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglkKLZefszF7U0mrUXULQrs0Nd_siZULCmoILXwpBmEs7pbk-JeeEYnv1TyHJD4ivLeKmqGLZwGUDYEkl9Tu1KarynoUANvRxznqhMY30ZwocYstKPmZxYsBWeozdy3wvV7exUdKKBlZYe/s1600/harga+sim+di+loket.jpg

  
 Multi Channel – Multi Phase
Desain pelayanan ini memiliki satu antrian tunggal yang melewati beberapa jalur server yang tersusun paralel dan tiap jalur server tersebut terdapat beberapaserver yang tersusun seri. Contohnya seperti pendaftaran pasien di rumah sakit. Pasien mendaftar di rumah sakit menuju loket pendaftaran yang terdiri dari beberapa loket. Kemudian, pasien melanjutkannya dengan menuju klinik yang diinginkan. 

 
Contohnya :

 http://images1.prokal.co/webkaltarapos/files/berita/2016/09/06/pelayanan-puskesmas-dan-rumah-sakit-dikeluhkan.jpg
Sumber :